Kupu-kupu (mengigatkanku)

Existensi saya di dunia per bloggeran serasa timbul tenggelam, beberapa bulan ini seperti bulan-bulan yang penuh kesulitan bagi saya, ada saja hal-hal yang membuat saya terjebak dan terjatuh oleh orang-orang yang memanfaatkan kelemahan saya, serasa terlalu banyak problema di kehidupan nyata ini seperti tak kunjung habisnya yang harus saya hadapi dan harus diselesaikan dengan seorang diri. yahh mungkin ini saatnya saya kembali mengaktifkan existensi saya dengan menghidupkan radiasi saya dan menghirup kembali energi-energi positif.

Minggu pagi di halaman rumah kemarin, saya berdiri melamun dengan pandangan kosong, sambil memikirkan perjalanan hidup ini yang sudah serasa di ujung tanduk. entah seperti sengaja atau tidak, tangan saya di hinggapi oleh seekor kupu-kupu mungil cantik ,saya sempat kaget dan sedikit takjub, sepertinya kupu-kupu itu sudah  sudah berhasil membuyarkan lamunan saya..

butterflies_and_hurricanes__by_me3009

abis ngacak om google

dan karena kupu-kupu tadi juga ingatan saya seperti flashback dengan wejangan seorang yang pernah saya dengar yang sebeanrnya itu tidak ditujukkan langsung kepada saya. Beliau memberi ilustrasi cerita seperti ini..

Konon, suatu hari seseorang sedang mengamati kepompong yang bermetamorfosa. Ketika dilihatnya seekor mahluk tampak sangat susah payah keluar dari lubang kepompong yang kecil dan sempit itu, dia merasa kasihan. Lantas dia berinisiatif menolong dengan merobek kepompong itu agar makhluk yang cantik itu bisa leluasa keluar dari kepompongnya.

Calon kupu-kupu itu akhirnya bebas. Dan orang itu senang, karena merasa telah menolong seekor makhluk mencapai kehidupannya.Tapi dia tak tahu, makhluk mungil itu ternyata tak pernah benar-benar menjelma menjadi kupu-kupu. Tubuhnya tetap gembung dan sayapnya mengkerut, tak bisa mengembang. Sepanjang hidupnya dia hanya merangkak dan tak pernah bisa terbang.

Orang itu tak tahu, kalau lubang kecil di kepompong itu adalah keniscayaan alam untuk memaksa cairan kepompong meresap ke dalam sayapnya, sekaligus menguras cairan-cairan racun yang tak diperlukannya untuk tumbuh. Itu skenario Allah untuk membuat calon kupu-kupu itu pada akhirnya menjadi kupu-kupu.

Cerita tentang kupu-kupu tersebut jadi teringat jelas dengan melanjutkan kejelasanya berikutnya. Kata beliau, seperti kupu-kupu itu, cobaan hidup itu adalah racun yang harus kita lepaskan di kepompong iman kehidupan kita. Jika cobaannya terasa sangat berat, maka percayalah, itu adalah cara Allah untuk membuat kita menjadi manusia yang sebenarnya. Yang kuat dan tidak cengeng.

dan karena kupu-kupu mungil tadi juga sudah mengingatkan saya kembali agar saya dalam mengatasi problema kehidupan ini, walaupun mengatasinya sendiri setidaknya saya telah memahami  satu rumus dari ribuan rumus yang ada bahwa tidak cengeng dan selalu kuat dalam menjalani cobaan hidup..

nuchan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s